Nasihat Sahabat Nabi Kepada Anaknya

Nasihat Sahabat Nabi Kepada Anaknya


Imam Asyairozi Abu Ishaq Asy-Syafi'i (wafat 393 H) Rahimahulloh :

Suatu malam aku pernah begadang bersama Ayahku sementara semua orang terlelap dalam tidurnya, aku bilang “Tak seorangpun dari orang² bangun shalat walau dua rakaat.”

 

Ayahku menegur dan berkata :

***

يا بني لو نمتَ لكان خيراً لك من وقوعك في الخلق . إستِقَامتك لا تُعطيك الحَقّ في السُخريَة مِنْ ضَلال غَيرك ،

***

Anakku ... Seandainya kamu tidur saja, akan lebih baik daripada celaanmu itu. Keistiqomahanmu tidaklah lantas memberimu hak (izin) untuk berbangga lalu mengejek salah dan sesatnya orang² didekatmu,

***

فلا تنظر إلى العاصي نظرة إستعلاء ، فالقلوب بين أصبعين من أصابع الرحمن يقلّبها كما يشاء ،

Jangan lihat mereka yang bermaksiat dengan mata ketinggian, mata merasa lebih baik dan suci dari mereka, karena Hati² itu berada di jari-jari (kekuasaan) Allah Ta'ala. Dia akan membolak-balikkan sekehandak-Nya,

 

***

فحين اختارك اللهُ لطريق هدايته ، ليس لأنك مميز أو لطاعةٍ منك ، بل هي رحمةٌ منهُ شملتك ، قد ينزعها منك في أي لحظة ، لذلك لا تغتر بعملك ولا بعبادتك ، ولا تنظر بإستصغار لمن ضل عن سبيله ، فلولا رحمةُ الله بك لكنت مكانه.

 

Ketika Allah Ta'ala memilihmu untuk jalan hidayah-Nya itu bukan karena keistimewaanmu atau ketaatanmu tetapi Rahmat-Nya yang maha luas meliputimu, bisa jadi itu istiqomahmu tercabut suatu saat nanti, karenanya jangan sekali engkau bangga dengan amalanmu dan tertipu dengan tekun ibadahmu, jangan pandang remeh dan rendah mereka yang tersesat dari jalan Allah, kalau saja bukan karena Rahmat-Nya tentu engkau juga akan berada pada posisinya.

 


***

وإياك أن تظن أن الثبات على الإستقامة أحد إنجازاتك الشخصية ؛ فاللهُ قال لنبيه خير البشر (وَلَوْﻵَ أَنْ ثَبَتْنَآكَ لَقَدْ كِدْتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئَاً قَلِيْلا) فكيف بك ؟!!

 

Jangan sekali mengira kokoh dan istiqomahmu itu adalah bagian dari prestasi pribadimu, sama sekali bukan, Allah Ta'ala saja berfirman kepada Nabinya manusia Terbaik :

 

Kalau saja kami tidak memberimu kekokohan sungguh engkau juga akan condong membela mereka (kaum musyrik), itu Nabi bagaimana drimu ??!!

 

Imam Umar Ibnu Abdil Aziz (Rahimahulloh) berkata :

 

أدركنا السلف وهم لايرون العبادة في الصوم ولا في الصلاة ولكن في الكف عن أعراض الناس ، فقائم الليل وصائم النهار إن لم يحفظ لسانه أفلس يوم القيامة

 

Kami mendapati kaum salaf (terdahulu) mereka memandang  Ibadah itu tidaklah terbatas pada puasa dan shalat saja, ibadah itu juga menahan dari merendahkan harga diri orang, mereka Itu yang Rajin shalat sunnah malam, rajin sunnah puasa kalaulah tidak menjaga lisannya sungguh akan bangkrut dia (habis pahala amalan sunnahnya).

 

Wallahu a'lam.

No comments:

Post a Comment

Sejarah Singkat Perang Karbala

Perang Karbala terjadi pada tanggal 10 Muharram tahun 680 M (61 H) dan merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam, kh...