Showing posts with label Karomah. Show all posts
Showing posts with label Karomah. Show all posts

Fadilah Bagi Berkurban Idul Adha

PAHALA YANG BESAR BAGI YANG BERQURBAN


إذا دخل العشر من ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضحي فلا يمس من شعره ولا بشره شيئا حتى يضحي
 
Artinya: "Apabila sepuluh hari pertama Dzulhijjah telah masuk dan seorang di antara kamu hendak berqurban, maka janganlah menyentuh rambut dan kulit sedikitpun, sampai (selesai) berkurban," (HR Ibnu Majah, Ahmad, dan lain-lain). 

Artinya, menurut Imam Malik dan Syafi'i disunahkan tidak memotong rambut, dan kuku bagi orang yang berqurban, sampai selesai penyembelihan. Bila dia memotong kuku ataupun rambutnya sebelum penyembelihan, maka dihukumi makruh. 

Hadits diriwayatkan oleh sayidah 'Aisyah,

ما عمل آدمي من عمل يوم النحر أحب إلى الله من إهراق الدم، إنه ليأتي يوم القيامة بقرونها وأشعارها وأظلافها. وإن الدم ليقع من الله بمكان قبل أن يقع من الأرض فطيبوا بها نفسا

Artinya, "Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak ada amalan anak Adam yang dicintai Allah pada hari Idul Adha kecuali berqurban. Karena ia akan datang pada hari kiamat bersama tanduk, bulu, dan kukunya. Saking cepatnya, pahala qurban sudah sampai kepada Allah sebelum darah hewan sembelihan jatuh ke tanah. Maka hiasilah diri kalian dengan berqurban (HR Ibnu Majah).

dan hadits riwayat al-Tirmidzi:
 
لصاحبها بكل شعرة حسنة
 
Artinya, "Bagi orang yang berqurban, setiap helai rambut (bulu hewan qurban) adalah kebaikan," (HR At-Tirmidzi).

Sunah Sunah Idul Adha

 𝐒𝐮𝐧𝐧𝐚𝐡-𝐒𝐮𝐧𝐧𝐚𝐡 𝐈𝐝𝐮𝐥 𝐀𝐝𝐡𝐚 ↷


╰➣Mengumαndαngkαn Tαkbir.
╰➣Mαndi Besαr.
╰➣Memαkαi Bαju Terbαik.
╰➣Memαkαi Wαngi-Wαngiαn.
╰➣Tidαk Mαkαn Sebelum Sholαt Idul Adhα.
╰➣Berαngkαt Lebih Awαl.
╰➣Berjαlαn Kαki Ke Tempαt Sholαt.
╰➣Melewαti Jαlαn Yαng Berbedαa Sααt Pulαng dαn Pergi.

𝐍𝐢𝐚𝐭 𝐌𝐚𝐧𝐝𝐢 𝐈𝐝𝐮𝐥 𝐀𝐝𝐡𝐚 :↷

نويت الغسل لعيد الأضحى سنة لله تعالى

Lαtin: Nαwαitul-ghuslα li idil αdhα sunnαtαn lillαhi tα'αlα.

Artinyαa: ❝Aku berniαt mαndi Idul Adhα sebαgαi sunnαh kαrenα Allαh tα'αlα.❞

𝐍𝐢𝐚𝐭 𝐒𝐡𝐨𝐥𝐚𝐭 𝐈𝐝𝐮𝐥 𝐀𝐝𝐡𝐚 :↷

أصلي سنة لعيد الأضحى ركعتين
مأموما الله تعالى

Lαtin: Ushαlli sunnαtαn li'idil αdhα rαk'αtαini mα'mumαn lillαhi tα'αlα.

Artinya: ❝Aku berniαt sholαt sunnαh Idul Adhα duα rαkααt sebαgαi mαkmum kαrenα Allαh Tα'αlα.❞

KEUTAMAAN MEMBACA SHOHIH BUKHORI

Perkataan Para Ulama Mengenai Keberkahan Pembacaan Shohih Bukhori

 

قال الحافظ عماد الدين بن كثير : وكتاب البخاري الصحيح يستسقى بقراءته الغمام، و أجمع على قبوله و صحة ما فيه أهل الإسلام

Berkata Al-Hafiz Imaduddin bin Katsir Ra: "Kitab Shahih Bukhori jika bertawasul dengan membacanya maka akan turun hujan. Telah sepakat seluruh kaum muslimin atas keshohihan apa yang ada didalamnya."

 

قال الذهبي : فلو رحل الشخص لسماعه من ألف فرسخ لما ضاعت رحلته

Berkata Imam Ad-Dzahabi: "Jika seseorang berpergian untuk mendengarkan kitab Shohih Bukhori dibacakan dengan jarak 1000 farsakh  maka tidaklah sia-sia perjalananya." (1 farsakh = 5 - 5,5km)


Baca Juga : Fadillah Memperbanyak Membaca Sholawat Nabi


قال سيدنا الإمام الحبيب علي بن محمد الحبشي رضي الله عنه: قراءتنا في البخاري تحرك سلاسل الرحمة

Berkata Al-Imam Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi ra : 

"Bacaan kami dalam Shohih Bukhori dapat menggetarkan tali rantai rahmat Allah swt."

 

قال سيدنا الحبيب محمد بن هادي السقاف رضي الله عنه: ومن جملة تعظيم حرمات الله قراءة البخاري في رجب، فإن من قام بحق اللهفي شهر رجب وفقه الله للقيام بحقه في شعبان، ومن وفقه للقيام في شعبان وفقه للقيام بحقه في رمضان.

Berkata Habib Muhammad bin Hadi Assegaf ra: "Termasuk mengagungkan kemuliaan Allah adalah pembacaan Bukhori di bulan Rajab. Sesungguhnya seseorang yg menegakkan hak Allah di bulan Rajab maka Allah akan tuntun dia untuk menegakkan hak-Nya di bulan Sya'ban. Dan barangsiapa yang menegakkan hak Allah dibulan Sya'ban maka Allah akan tuntun dia untuk menegakkan hak-Nya di bulan Ramadhan." __                



[Faidah dari Al-Habib 'Alwi bin 'Ali bin 'Alwi bin al-imam al-quthb 'Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi Solo]


Gelar Sulthanul 'Ilmi (Rajanya Ilmu)

Asal muasal  Gelar Sulthanul 'Ilmi (Rajanya Ilmu) yang melekat pada Al-'Allamah Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar Asy-Syathiri


Al-'Allamah Al-Habib Ja'far bin Ahmad Al-'Aydrus dan Al-'Allamah Asy-Syeikh Mahfudz bin Utsman Az-Zabidi serta mereka yang sempat duduk bersama Asy-Syeikhul Islam Al-Quthb Al-Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiri, mereka berkata:

Kami mendengar Al-Quthb Al-Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiri berkata: "Sesungguhnya anakku Salim, akan Allah panjangkan usianya, dan akan menjadi Shulthanul 'Ilmi (Rajanya Ilmu) di jamannya."




"Anak-anakku semuanya adalah Wali-wali yang diberkahi, akan tetapi anakku Salim melebihi yang lainnya dalam urusan Dzahir dan Bathin, Allah akan memanjangkan usianya dan ia akan menjadi Sulthanul 'Ilmi (Rajanya Ilmu), maka beruntunglah siapa orang yang hadir bersamanya"

 

(الفوائد الشاطرية من النفحات الحرمية)

Wallahu'alam

Dan disebutkan bahwasannya Habib Muhammad Al-Haddar (Mertua dari Al Habib Umar bin hafidz BSA) Selalu bertawassul kepada Habib Salim, dan semua yg dimohon dengan bertawassul kepada Habib Salim beliau dapatkan..

__

 

📗 الفوائد الشاطرية من النفحات الحرمية

✍🏻 جمع وترتيب

الفقير إلى الله تعالى سالم بن عبد الله بن عمر الشاطري

عدد الأجزاء 2

PANCARAN CAHAYA WAJAH MULIA RASULULLAH SAW

CAHAYA TERPANCAR DARI WAJAH MULIA RASULULLAH SAW

عن عائشة رضي الله عنها وعن أبيها أنها قالت :

 

Dari sayyidah aisyah رضي الله عنها dan juga dari ayahnya bahwa beliau berkata :

كنت أخيط فى السحر ثوبا لرسول الله صلى الله عليه وسلم فانطفأ المصباح وسقطت الإبرة من يدي

Ketika aku menjahit baju untuk Rosulullah pada waktu menjelang fajar maka mati lampu dan jatuh jarum dari tanganku


فدخل علي رسول الله صلى الله عليه وسلم فأضاء البيت من نور وجهه فوجدت الإبرة

Lalu masuk Rosulullah kepadaku dan rumah menjadi terang dari cahaya wajahnya sehingga aku mendapatkan jarum yang terjatuh


فقلت له ما أشد ضياء وجهك يا رسول الله فقال صلى الله عليه وسلم الويل الويل الويل لمن لم يرني يوم القيامة

Maka aku berkata kepadanya : "Alangkah benderangnya wajahmu wahai Rosulullah", lalu Nabi Muhammad berkata : "Celaka, celaka dan celaka bagi yang tidak melihatku di hari kiamat."


فقلت : حبيبي ومن الذي لم يرك؟ قال : البخيل؛ فقلت : حبيبي ومن البخيل؟ قال : الذي ذكرت عنده فلم يصل علي.

Aku bertanya : "Wahai kekasihku siapa yang tidak dapat melihatmu?", Nabi Muhammad menjawab : "Orang yg pelit", aku bertanya lagi : "Wahai kekasihku siapa orang yg pelit itu?", Nabi Muhammad menjawab : "Yang di sebut nama, sifat dan akhlakku di hadapannya namun dia tidak bersholawat kepadaku."


Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah An-Nur ayat 35:

ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ

 “Allah pemberi nur (cahaya) bagi langit dan bumi. Bandingan nur-nya adalah seperti satu kurungan pelita,”.


Sehingga pandangan yang terpancar dari Rasulullah merupakan anugerah sekaligus jalan hidayah bagi mereka (orang yang memusuhi Islam) atas kehendak Allah.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ




KEBERKAHAN ISTRI SHOLEHAH

BERKAH ISTRI SHALIHAH


(حكاية)

قيل: كان بمكة رجل فقير وله زوجة صالحة فقالت: ليس عندنا شيئ.

فخرج إلى الحرم فوجد كيسا فيه ألف دينار ففرح به فرحا شديدا وأخبر زوجته بذلك.

فقالت له: لقطة الحرم لابد فيها من التعريف.

فخرج فسمع المناد: من وجد كيسا فيه ألف دينار؟ 

فقال: أنا وجدته. 

فقال: هو لك ومعه تسعة آلاف دينار. 

قال: أتستهزئ بي؟ 

قال: لا ولكن أعطاني رجل من أهل العراق عشرة آلاف دينار وقال اطرح منها ألفا فى الحرم ثم ناد عليها فإن ردها من وجدها فادفع الجميع إليه لأنه أمين والأمين يأكل ويتصدق فتكون صدقتنا مقبولة لأمنته.

📚كتاب نزهة المجالس للشيخ عبد الرحمن الصفورى.


Dahulu di Makkah ada seorang laki-laki mempunyai istri yang sholehah. Suatu hari istrinya berkata kepadanya, “Kita tidak punya apa-apa (untuk dimakan).”

Maka laki-laki itu kemudian pergi ke Masjidil Harom. Sesampai di sana ia menemukan sebuah kantong yang berisi uang seribu Dinar. Dia merasa sangat gembira dan dengan segera pulang mengabarkan hal itu kepada istrinya.

Sampai dirumah dia mengatakan kepada istrinya, “Aku menemukan ini wahai istriku”. Si istri menjawab, “Ini adalah barang temuan di Masjidil Harom, jadi harus diumumkan."

Laki-laki itu segera melakukan apa yang dikatakan istrinya.

Ia kembali ke Masjidil Harom untuk mengumumkan barang temuannya itu.

Sesampainya di Masjidil Harom ia mendengar orang yang berteriak, “Siapa yang menemukan kantong berisi uang seribu Dinar?”


Laki-laki itu menjawab, “Aku yang menemukannya.”


Orang yang mengumumkan itu berkata, “Uang itu untukmu dan ini tambahan sembilan ribu dinar lagi untukmu.”

Laki-laki itu heran dan berkata, “Apakah kamu bercanda kepadaku?” 

“Aku tidak bercanda padamu. Sebenarnya aku diberi amanah oleh seorang penduduk Irak berupa uang sepuluh ribu Dinar. Dia menyuruhku untuk menaruh yang seribu dinar di Masjidil Harom, lalu aku disuruh mengumumkan dan menanyakan adakah yang menemukan uang seribu Dinar itu. Kalau orang yang menemukannya mau mengembalikan, aku disuruh untuk memberikan semuanya (sepuluh ribu dinar) kepada orang itu. Orang Irak itu mengatakan padaku bahwa orang yang menemukan dan mau mengembalikan seribu dinar itu pastilah orang yang bisa dipercaya (amanah), dan orang yang amanah itu apabila ia makan, maka pasti ia mau bersedekah, maka sedekahku akan pasti diterima oleh Allah karena sebab amanahnya”.


[ Kitab Nuzhatul Majalis karangan Syaikh ‘Abdur Rohman as Shofuri ]

                          



KAROMAH PARA WALI ALLAH

 PARA WALI DAPAT BERBUAT SESUKA HATINYA


(Dikisahkan oleh Habib Ali Habsyi/Shohibul Maulid Simtuddhuror)

Ahmad bin Thoha bertanya:
"Bagaimana para wali dapat
berjalan cepat, apakah itu bumi yang dilipat bagi mereka, atau bagaimana? 

Habib Ali Habsyi berkata:
"Tidak, itu adalah jasad yang mengikuti ruh. Alam jasmani itu terikat oleh sebab-sebab. Jika kau ingin ke Mekah, kau harus menyiapkan kendaraan, bekal, atau perahu dan lain-lain. Kau tidak akan bisa sampai kesana kecuali dengan susah payah. Namun bila jasmani ringan (dari dosa) maka ia akan mengikuti ruh. 

Jika terlintas keinginan di hatimu untuk pergi ke Mekah, maka saat itu juga kau akan sampai ke Mekah, kau akan bertawaf, berziarah ke Nabi Saw dan kembali saat itu juga sebagaimana yang terjadi pada Syeikh Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Saggaf.
Suatu hari teman-temannya mendengar suara-suara (aneh). 

Mereka bertanya: ”Apa itu?”
Syekh Abu bakar berkata: “Shafra binti Khathlin datang dari India bersama 30 wali wanita ke kota ini. Mereka hendak berziarah makam Nabi Hud, Anaknya yang ditinggalkan di India menangis, lalu ia menggoyangkan mainan anaknya yang gemerincing, untuk menenangkan anaknya”.

Demikian pula yang terjadi dengan Sya’rani, ia berkata:
"Datang kepadaku 7 orang dari India mereka berkata:
“Kami berangkat semalam dari India. Kami umrah, menziarahi Nabi Saw, pergi ke Bait al-Maqdis dan pagi ini kami bersamamu..

'Abdul Qadir bin Ahmad bin Thahir bercerita bahwa Habib
Abu Bakar berkata; ”Ketahuilah Nak... (dari Huraidhah) aku pergi ke Syibam ke tempat Habib Ahmad bin Umar bin Smith kemudian ke Masileh, ke rumah syeikh, lalu berziarah kepada Habib Thahir dan Habib Abdullah, kemudian aku kembali lagi ke Huraidhah. Semua ini berlangsung selama bacaan Fatihah.



Masya Allaaah... mereka (para Wali) dapat berbuat sesuka hati mereka.

Sejarah Singkat Perang Karbala

Perang Karbala terjadi pada tanggal 10 Muharram tahun 680 M (61 H) dan merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam, kh...