Keistimewaan memperbanyak shalawat kepada Nabi saw
Dan ketika al-Hafidz Ahmad
asy-Syirazi rhm. (w. 382 h) wafat, datang seorang kepada putranya. Orang itu
berkata,
رَأَيْتُ أَبَاكَ فِيْ النَّوْمِ وَهُوَ فِيْ الْمِحْرَابِ وَقِفُ بِجَامِعِ شِيْرَاز، وَعَلَيْهِ حُلَّةٌ وَعَلَى رَأْسِهِ تَاجٌ مُكَلَّلٌ بِالْجَوْهَرِ
"Aku bermimpi melihat
ayahmu sedang berdiri di mihrab masjid Jami Syiraz, ia memakai pakaian yang
indah menawan, diatas kepalanya terdapat mahkota yang penuh dengan
permata."
فَقُلْتُ: مَا فَعَلَ اللهُ بِكَ؟
Aku berkata kepadanya,
"Apa yang Allah
perlakukan padamu?"
قَالَ: غَفَرَ لِيْ وَأَكْرَمَنِيْ
"Allah telah
mengampuniku dan memuliakanku."
قُلْتُ: بِمَاذَا؟
"Dengan hal apa engkau
mendapatkan kedudukan semacam ini?"
قَالَ: بِكَثْرَةِ صَلَاتِيْ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ
"Dengan aku
memperbanyak bershalawat kepada Rasulullah saw."
(Siyar a'lam an-Nubala,
jilid 16 hal. 473)
No comments:
Post a Comment