Burdah al Bushiri (Pasal 1)
===================
Cinta
Sang Kekasih
===================
***
Apakah
karena Mengingat Para kekasih di Dzi Salam. Kau campurkan air mata di pipimu
dengan darah.
Ataukah karena angin berhembus dari arah Kazhimah. Dan kilat berkilau di lembah Idlam dalam gulita malam.
***
Mengapa
bila kau tahan air matamu ia tetap basah. Mengapa bila kau sadarkan hatimu ia
tetap gelisah.
***
Apakah
sang kekasih kira bahwa tersembunyi cintanya. Diantara air mata yang mengucur
dan hati yang bergelora.
***
Jika
bukan karena cinta takkan kautangisi puing rumahnya. Takkan kau bergadang untuk
ingat pohon Ban dan ‘Alam.
***
Dapatkah
kau pungkiri cinta, sedang air mata dan derita. Telah bersaksi atas cintamu
dengan jujur tanpa dusta.
***
Kesedihanmu
timbulkan dua garis tangis dan kurus lemah. Bagaikan bunga kuning di kedua pipi
dan mawar merah.
***
Memang
terlintas dirinya dalam mimpi hingga kuterjaga. Tak hentinya cinta merindangi
kenikmatan dengan derita.
***
Maafku
untukmu wahai para pencaci gelora cintaku. Seandainya kau bersikap adil takkan
kau cela aku.
***
Kini
kau tahu keadaanku, pendusta pun tahu rahasiaku. Padahal tidak juga kunjung
sembuh penyakitku.
***
Begitu
tulus nasihatmu tapi tak kudengar semuanya. Karena untuk para pencaci, sang
pecinta tuli telinganya.
***
Aku
kira ubanku pun turut mencelaku. Padahal ubanku pastilah tulus
memperingatkanku.
No comments:
Post a Comment