( “Ya Rabbi Sholli ‘Alaa
Muhammad" )
Dengan nama Allah yg maha pengasih dan maha penyayang
Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat kepada Nabi Muhammad Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam kepadanya
Ya Allah sampaikanlah kepadanya sebagai perantara Ya Allah, khususkanlah kepadanya dengan keutamaan
Ya Allah, anugerahkanlah keridhaan kepada sahabatnya Ya Allah, anugerahkanlah keridhaan kepada keturunannya
Ya Allah, anugerahkanlah keridhaan kepada para guru Ya Allah, rahmatilah orang-orang tua kami
Ya Allah rahmatilah kami semua Ya Allah, rahmatilah semua orang islam
Ya Allah, ampunilah semua orang yang berbuat dosa Ya Allah, janganlah Engkau putuskan harapan kami.
Ya Allah, wahai dzat yang maha Mendengar doa kami Ya Allah, sampaikan kami ziarah ke makamnya
Ya Allah, sinarilah kami dengan Nur-nya Ya Allah, aku selalu mengharap pemeliharaan dan keamanan-Mu.
Ya Allah, tempatkanlah kami dalam surga-Mu Ya Allah, selamatkanlah kami dari siksa-Mu
Ya Allah, anugerahilah kematian kami dengan syahid. Ya Allah, liputilah kehidupan kami dengan penuh kebahagiaan
Ya Allah, balaslah kebaikan orang yang berbuat kebaikan Ya Allah, hindarkanlah dari semua orang yang menyakiti.
Ya Allah, akhirilah kami
dengan mendapat syafaat Nabi Muhammad Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan
salam kepada Nabi Muhammad.
( “Inna Fathna" )
- Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.
- Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus.
- dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).
(QS Al -Fath; 1-3)
- Sesungguhnya telah dat ang kepadamu, utusan dari golonganmu. Dan sangat berat baginya apa-apa yang menimpa kalian, dan sangat menjaga kalian (Dari Kemurkaan Allah dan Neraka), dan ia sangat lemah lembut serta berkasih sayang atas orang-orang yang beriman.
- Maka jika mereka ingkar, maka katakanlah, “Cukuplah pertolongan Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia, dan kepada-Nya aku berserah diri, dan Dialah Pemilik „Arsy yang agung.”
(QS. At -Taubah; 128-129)
PASAL 1 ( “Alhamdulillahil Qowiyil Gholib” )
Segala puji bagi Allah, Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa (di atas segala-galanya), Maha Pelindung lagi Penuntut segala dosa, Maha Membangkitkan di hari kiamat, Mahakekal, Maha Penganugerah lagi Maha Pelenyap sengsara, Maha Mengetahui segala keadaan; yang nyata, yang musnah dan yang binasa.
Bertasbih kepada-Nya (semua) yang tenggelam, yang condong, yang terbit dan yang terbenam. Semua makhluk yang berbicara dan yang diam; mengesakan Allah. Demikian pula yang padat dan yang cair.
Dengan keadilan-Nya, yang
diam bisa bergerak; dan dengan keutamaan-Nya, yang bergerak menjadi diam.
TIADA TUHAN SELAIN ALLAH
Yang Mahabijaksana, yang
menciptakan keindahan hikmah-Nya dan berbagai keajaiban dalam pengaturan
susunan perwujudan manusia ini. Dia menciptakan otak, tulang, bahu, pembuluh
darah, daging, kulit dan rambut dengan susunan yang teratur. Dari sperma yang
terpancar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang rusuk perempuan.
TIADA TUHAN SELAIN ALLAH
Mahamulialah Dzat Yang menghamparkan kemuliaan dan anugerah untuk makhluk-Nya..... Setiap malam (Dia) “turun” ke langit dunia dan memanggil, “Adakah orang yang memohon ampun malam ini?? Adakah juga yang bertobat??
Adakah orang yang tengah menuntut hajat, sehingga Aku memenuhi hajatnya itu?
” Maka seandainya engkau lihat para hamba yang mengabdi kepada Allah, yang berdiri tegak di atas telapak kakinya dengan cucuran air mata, dan segolongan kaum yang menyesali dosa-dosanya serta bertobat, dan orang-orang yang ketakutan akan berbuat dosa lagi seraya mencerca dirinya sendiri, dan orang yang lari menghindar dari perbuatan-perbuatan dosa.
Tiada henti-hentinya mereka memohon ampunan, sehingga berhari-hari lamanya meratapi rentetan kealpaannya. Kemudian mereka kembali menekuni ibadah. Mereka benar-benar beruntung dengan apa yang mereka cari, mendapati keridhaan Allah yang dicintai, dan tiada seorang pun dari kaum tersebut yang kembali dengan membawa kerugian.
TIADA TUHAN SELAIN ALLAH
Mahasuci dan Mahaluhur
Allah, yang telah menciptakan nur Muhammad “dari cahaya-Nya” sebelum
menciptakanAdam dari tanah liat. Dan Allah memperlihatkan keagungan nur
Muhammad kepada penghuni surga seraya berfirman, “Inilah pemimpin para nabi
yang paling agung di antara orang-orang pilihan, serta lebih mulia di antara
para kekasih Allah.”
PASAL
2 ( “Qiila Huwa Adam” )
Ditanyakan oleh malaikat,
“Apakah nur itu adalah Nabi Adam??” Allah berfirman, “Dengan nur ini Aku
anugerahkan martabat yang tinggi kepada Nabi Adam.
” Ditanyakan oleh malaikat, “Adakah nur itu Nabi Nuh??” Allah berfirman, “Dengan nur ini, Nabi Nuh selamat dari tenggelam, dan binasalah keluarga dan kerabat yang menentangnya.”
Ditanyakan oleh malaikat, “Adakah nur itu Nabi Ibrahim??” Allah berfirman, “Dengan nur ini Nabi Ibrahim sanggup menyampaikan hujjahnya kepada para penyembah berhala dan bintang-bintang.
” Ditanyakan oleh malaikat, “Apakah nur itu adalah Nabi Musa??” Allah berfirman, “Musa itu adalah saudaranya, tetapi nur ini adalah kakasih (habiib), dan Musa adalah penerima firman Allah yang berbicara secara langsung (kaliim wa mukhathib).
” Ditanyakan oleh malaikat, “Apakah nur itu Nabi Isa??” Allah berfirman, “Dengan nur ini Nabi Isa membawa kabar gembira. Dan jaraka antara dia dan kenabiannya sangat dekat, bagaikan mata dan alis.”
Ditanyakan oleh malaikat, “Maka siapakah nur yang menjadi kekasih nan mulia yang telah Engkau hiasi dengan keagungan, Engkau anugerahi dengan mahkota kehebatan dan kemegahan, serta Engkau kibarkan panji-panji di atas kepemimpinannya?
” Allah berfirman, “Dialah
seorang nabi yang akan Aku pilih dari keturunan Luayy bin Ghalib, yang ayah
ibunya telah meninggal dunia, kemudian diasuh oleh kakeknya, kemudian oleh
pamannya, yaitu saudara kandung ayahnya yang bernama Abu Thalib.”
PASAL 3 ( “Yub'atsu Mintihaamah” )
Beliau diutus dari negeri Tihamah (Makkah) menjelang datangnya hari kiamat. Pada punggung beliau terdapat tanda kenabian. Bila berjalan senantiasa terlindungi awan yang siap mematuhi perintahnya.
Kedua pelipisnya cemerlang bercahaya, rambutnya sepekat malam gulita. Hidungnya mancung bagaikan huruf alif, bulat mulutnya laksana huruf mim, dan lengkung keningnya laksana huruf nun. Pendengarannya mampu mendengar guratan pena Lauhul Mahfudz, penglihatannya menembus langit ke tujuh.
Kedua telapak kakinya dicium unta, hingga hilanglah rasa sakit yang dideritanya. Kepada beliau biawak beriman, pepohonan mengucap salam, babatuan berbicara dan batang pohon kurma meratap bagaikan rintihan duka seorang pecinta.
Kedua tangannya menampakkan keberkahan pada makanan dan minuman (yang disentuhnya). Hatinya tiada lalai dan tidur, karena senantiasa berkhidmat dan mengingat Allah. Bila disakiti, beliau selalu memaafkan dan tidak membalas dendam. Bila dihina, beliau hanya diam tanpa menjawab.
Allah mengangkat beliau ke martabat yang paling mulia dengan kendaraan yang belum pernah ditunggangi siapapun, sebelum maupun sesudahnya. Bahkan pada derajat golongan malaikat, ketinggian beliau melebihi yang lain.
Maka ketika
naik melintasi dan meninggalkan dua alam, sampailah beliau ke suatu tempat yang
tinggi yang jaraknya sekitar dua busur panah dari Allah. “Maka Akulah yang
menghibur dan berbicara kepadanya.
PASAL 4 ( “Tsumma Arudduhu Minal 'Arsyi” )
Kemudian Aku
mengembalikannya dari ‘Arsy, sebelum dingin alas tidurnya, dan ia benar-benar
telah memperoleh semua yang diharapkannya.”
PASAL 5 (“Sholatullahi Maa Laahat Kawaakib”)
Selama cahaya bintang gemintang masih gemerlap, semoga rahmat Allah senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, sang pengendara unta terbaik.
Pengiring unta berdendang menyebut nama sang kekasih, sementara untanya dengan gembira mengangguk-anggukkan kepala mengikuti irama penunggangnya.
Tidakkah engkau melihat sang unta? Ayunan langkahnya semakin cepat, seiring linangan air matanya yang semakin deras, bagai arak-arakan mega.
Semakin condong pula langkahnya karena gembira, dan rindu pada kandang serta ladang penggembalaannya.
Maka biarkan, jangan kau tarik tali kekang atau menggiringnya, karena kerinduan pada sang nabilah yang menariknya.
Tunjukkanlah kegembiraanmu sebagaimana sang unta menunjukkannya. Karena jika tidak, sungguh engkau berdusta dalam menempuh jalan cinta.
Perhatikan, inilah kota Aqiq yang telah tampak. Dan inilah kubah-kubah penduduk yang gemerlap menyilaukan.
Dan itulah kubah hijau, yang di dalamnya terdapat seorang nabi yang cahayanya menyinari kegelapan.
Dan sungguh benar (janji) keridhaan Allah seiring pertemuan yang makin dekat. Dan sungguh, kegembiraan telah berdatangan dari segala penjuru.
Bisikkan ke dalam jiwa, “Temui sang kekasih dan bergembiralah!” Hari ini tiada satu pun yang menjadi penghalang kepada kekasih.
Bersenang-senanglah dengan sang kekasih dalam segala cita, sungguh telah datang suka dan lenyaplah duka.
(Muhammad) sang nabi Allah adalah sebaik-baik makhluk, yang memiliki pangkat dan derajat yang sangat tinggi
Ia mempunyai kedudukan tinggi serta berbagai keluhuran. Ia juga memiliki kemuliaan dan kisah hidup yang diabadikan.
Andai setiap hari kita berjalan kaki di atas tatapan, bukan mengendarai punggung unta...
...dan andai kita beramal setiap saat, untuk memperingati kelahiran sang Ahmad, pasti akan kita peroleh nur sang Nabi.
Setiap waktu selalu kumohonkan, agar rahmat Allah Al-Muhaimin selalu tercurah untuk beliau, sepanjang bintang-bintang masih bercahaya...
...yang
merata jua kepada seluruh keluarga dan para sahabatnya, serta semua
keturunannya yang mulia.
PASAL 6 ( “Fasubhana Man Khassahu” )
Maka Mahasucilah Allah, yang telah mengkhususkan Nabi Muhammad saw. dengan pangkat dan martabat yang mulia. Aku menyanjungkan pujian kepada-Nya, atas segala nikmat yang dianugerahkan-Nya.
Dan aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, lagi tiada sekutu baginya, Penguasa timur dan barat. Dan aku bersaksi, sesungguhnya junjungan kami Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, yang diutus kepada seluruh bangsa ‘ajam (non-Arab) dan bangsa Arab.
Semoga rahmat Allah dan kesejahteraan-Nya senantiasa terlimpah atas beliau, keluarga serta para sahabatnya, yang memiliki peninggalan dan perilaku yang baik, dengan shalawat dan salam yang kekal lagi merata, yang mana pembaca keduanya akan datang kelak di hari kiamat tanpa merugi.
PASAL 7 ( “Awwalu Maa Nastaftihu” )
Pertama-tama, kami memulai Maulid ini dengan mengemukakan dua hadits yang dating dari nabi yang agung derajatnya, mulia nasabnya, serta lurus perjalanan hidupnya.
Allah, Dzat
Yang tak pernah terlepas dari sifat Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, berfirman
mengenai hak beliau, “Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya selalu
bershalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah untuk
beliau dan ucapkan salam.
PASAL 8 ( “Al Haditsul Awwal” )
Hadits pertama, dari seseorang yang ilmunya seluas samudera, bertutur denga nbahasa Al-Quran dan salah seorang ulama terkenal pada masanya, yakni Sayyiduna Abdullah bin Abbas ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda,
“Sesungguhnya
ada seorang Quraisy, yang ketika itu masih berwujud cahaya (nur) di hadapan
Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahaagung, dua ribu tahun sebelumpenciptaan Nabi
Adam as., yang selalu bertasbih kepada Allah.
Dan, bersamaan dengan tasbihnya, bertasbih pula para malaikat mengikutinya.” Ketika Allah menciptakan Adam, nur itu pun diletakkan pada tanah liat asal kejadian Adam.
Nabi saw.
bersabda, “...lalu Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan nur itu ke bumi melalui
punggung Nabi Adam.
Dan Allah membawaku ke dalam kapal dalam tulang sulbi (pinggang) Nabi Nuh dan menjadikan aku dalam tulang sulbi sang kekasih, Nabi Ibrahim, ketika ia dilemparkan ke dalam api..
Tak henti-hentinya Allah, Yang Mahaperkasa dan Mahaagung, memindahkanku dari rangkaian tulang sulbi yang suci, kepada rahim yang suci dan megah, hingga akhirnya Allah melahirkan aku melalui kedua orangtuaku yang sama sekali tidak pernah berbuat serong.”
PASAL 9 ( “Al Haditsus Tsaani” )
Hadits kedua, dari ‘Atha bin Yasar dari Ka’ab Al-Akhbar, ia berkata, “Ayahku telah mengajarkan kepadaku kitab Taurat hingga tamat, kecuali satu lembar yang tidak diajarkan dan justru dimasukkannya ke dalam peti...”
“Maka ketika ayahku meninggal, aku membuka peti itu, ternyata lembar tersebut bertuliskan;
Seorang nabi akan muncul di akhir zaman, tempat kelahirannya di Makkah, hijrahnya ke Madinah dan pemerintahannya meluas sampai ke negeri Syam..”
Beliau mencukur rambutnya dan berkain pada pinggangnya. Beliau adalah sebaik-baik nabi dan umatnya adalah sebaik-baik umat.
Mereka bertakbir mengagungkan kebesaran Allah Ta’ala di setiap tempat yang mulia. Mereka berbaris pada waktu shalat sebagaimana barisan di medan perang.
Hati mereka adalah kitab sucinya. Mereka memuji Allah dalam keadaan suka maupun duka.
Sepertiga di antara mereka masuk surga tanpa dihisab (Ya Allah, jadikan kami di antara mereka)
Sepertiga lagi datang dengan dosa-dosanya, lalu diampuni. Dan sepertiga lainnya datang dengan dosa dan kesalahan besar.
Allah Ta’ala pun berfirman kepada malaikat, “Pergilah dan timbanglah amal perbuatan mereka.”
Lalu para
malaikat berkata, “Wahai Tuhan kami, selain mereka telah bersaksi bahwa tiada
Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, tiada yang kami dapati dari
mereka kecuali telah melampaui batas dalam menyia-nyiakan diri sendiri, dan
dosa-dosa mereka yang sebesar gunung.”
PASAL 10 ( “Fa Yaquulul Haqqu Wa 'Izzatii” )
Maka Allah berfirman, “Demi keagungan dan kebesaran-Ku, tidaklah Aku jadikan orang yang tulus ikhlas bersaksi kepada-Ku seperti orang yang mendustakan Aku. Masukkan mereka ke dalam surga dengan rahmat-Ku.”
Wahai manusia termulia yang laksana untaian mutiara, wahai intisari permata rahasia keberadaan, orang yang memujimu akan selalu merasa kurang walaupun telah mengerahkan seluruh kekuatan.
Dan orang yang mengabarkan sifatmu merasa tak akan sanggup melukiskan perilakumu yang mulia dan pemurah.
Semua yang ada mengisyaratkan bahwa engkaulah yang menjadi tujuan, wahai orang termulia yang telah memperoleh kedudukan terpuji.
Dan meskipun
para rasul telah datang sebelum engkau, mereka justru bersaksi tentang
kemuliaan dan keluhuranmu.
PASAL 11 ( “Ahdhiruu Quluubakum” )
Mantapkanlah hati kalian, wahai golongan orang berakal. Sehingga aku jelaskan kepada kalian sifat-sifat baik sang kekasih agung, yang telah ditetapkan dengan sebutan julukan termulia, yang pernah naik menghadap ke hadirat Sang Maharaja Yang Maha Pemberi, sehingga dapat melihat ke-Maha Indahan-Nya tanpa tutup dan tanpa tirai.
Tatkala purnama kerasulan hamper tiba di langit keagungan, keluarlah perintah Allah Yang Mahaagung kepada sang juru warta kerajaan langit, yakni malaikat Jibril.
“Wahai Jibril, serukan kepada seluruh makhluk penghuni bumi dan langit agar menyambutnya dengan riang gembira..
..Karena sesungguhnya cahaya yang terpelihara dan rahasia yang tersimpan yang Aku ciptakan sebelum adanya sesuatu dan sebelum terciptanya bumi dan langit, malam ini Aku pindahkan ke dalam perut ibunya dengan penuh kegembiraan, yang dengannya Kupenuhi ala mini dengan cahaya..
Kupelihara ketika dalam keadaan yatim piatu, dan Aku menyucikannya beserta keluarganya dengan sesuci-sucinya.”
PASAL 12 ( “Fahtazal 'Arsyu” )
Maka ‘Arsy pun berguncang penuh suka cita dan riang gembira. Sementara itu “kursi” Allah bertambah wibawa dan tenang. Langit dipenuhi berjuta cahaya dan bergemuruhlah suara malaikat membaca tahlil, tamjid (pengangungan) dan istighfar.
(Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar) 3x
Dan sang ibunda tiada henti melihat bermacam tanda kemegahan dan keistimewaan sang janin, hingga sempurnalah masa kandungannya.
Maka ketika
sang bunda telah merasa kesakitan, dengan izin Tuhan, Sang Pencipta makhluk,
lahirlah kekasih Allah, Muhammad saw., dalam keadaan bersujud, bersyukur dan
memuji, dengan wajah sempurna laksana purnama.
Wahai Nabi, semoga keselamatan tetap untukmu Wahai Rasul, semoga keselamatan tetap untukmu
Wahai kekasih, semoga keselamatan tetap untukmu Juga rahmat Allah semoga tercurah untukmu
Telah terbit bulan purnama menyinari kami. Maka suramlah karenanya purnama-purnama lain.
Tiadalah pernah kami melihat perumpamaan kebagusanmu. Hanyalah engkau saja, wahai wajah yang berseri-seri.
Engkaulah matahari, engkaulah purnama. Engkau lah cahaya di atas segala cahaya.
Engkaulah emas murni dan yang sangat mahal. Engkaulah pelita penerang dalam dada
Wahai kekasihku, wahai Muhammad. Wahai mempelai belahan benua timur dan barat.
Wahai yang dikokohkan, wahai yang dimuliakan. Wahai yang menjadi imam di dua kiblat.
Siapa saja yang memandang wajahmu akan berbahagia. Wahai yang mulia kedua orang tuanya.
Telagamu yang jernih dan menyejukkan. Kami datangi di hari kiamat kelak.
Tak pernah kami lihat seekor unta merindukan, Berjalan menuju selain kepadamu.
Awan berarak-arakan benar-benar menaungimu. Para malaikat bersholawat untukmu,
Pohon kayu datang menangis kepadamu Tunduk bersimpuh di hadapanmu
Mohon selamat, wahai kekasihku. Ke hadapan mu kijang berlari.
Di waktu kafilah berkemas membawa beban. Mereka memanggilmu untuk berangkat.
Aku datangi mereka dengan air mata bercucuran. Aku katakana, tunggulah aku, wahai petunjuk jalan.
Tolong bawakan surat-suratku, wahai Nabi yag sangat merindukan
Ke tempat nan jauh disana, Pada petang dan pagi hari.
Benar-benar berbahagialah hamba yang memperoleh kesenangan. Hilang darinya segala kesusahan
Padamu wahai purnama terang. Padamu sifat-sifat yang indah.
Tak seorang pun melebihi kesucianmu.. Sama sekali, wahai Nabi eyangnya sayyid Husain.
Dan kepadamu
curahan rahmat Allah. Kekal selamanya sepanjang masa.
No comments:
Post a Comment